Muhammad Sarengat telah tiada. Tapi torehan prestasinya untuk Indonesia sebagai manusia tercepat Asia belum tergantikan.
Sarengat lahir di Banyumas, Jawa Tengah pada 28 Oktiber 1940. Dia meninggal 13 Oktiber 2014. bapak tiga anak itu sudah menderita stroke sejak 2010. Saat masuk rumah sakit Pondok Indah di bulan Oktober itu, Sarengat menghembuskan nafas terakhirnya.
Muhammad Sarengat
Lahir: Banyumas, 28 Oktober 1940
Isteri: Nani Supatmiani Titi Utari, 62 tahun
Anak:
- Retnosari Meidysina Setyorini, 39 th
- Dwi Ratnasari Setyoutsmi, 35 th
- Muhammad Landung Setyoutomo Suryoputro, 30 th
Pendidikan
- SDN 1 Batang
- SMPN 1 Pekalongan
- SMA Budi Utomo, Jakarta
- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- Magister Universitas Ora et Labora
Baca Juga: Bisikan Presiden Soekarno yang Memacu Mohammad Sarengat Jadi Manusia Tercepat Asia
Prestasi
- 2 emas, 1 perunggu Asian Games IV/1982 Jakarta
- 1 emas Ganefo 1963
Penghargaan
- 1967 Satya Lencana Kebudayaan
- Termasuk 100 atlet legendaris indonesia versi KONI
Karir
- Dokter pribadi wakil presiden Sultan Hamengkubuwono IX (1973-1978)
- Dokter pribadi wakil presiden Adam Malik
- Ketua Bidang pembinaan PB PASI
- Sekjen KONI Pusat
- Direktur Operasi Badan Pengelola Gelora Bung Karno
Baca Juga: 'Namaku Sarengat', Autobiografi Manusia Tercepat Asia yang Cuma Tersimpan dalam Almari
Favorit Sarengat:
Makanan
“Bapak tidak rewel soal makan. Tempe goreng dan sayur lodeh adalah makanan kesukaannya.”
Musik
“Saya tidak begitu suka musik jazz, tetapi kalau liriknya melankolis saya akan bisa menyukainya. Jangan salah saya sangatmenyukai Nidji dan Ungu yang sedang tren sekarang.”
Peliharaan
“Berganti-ganti, dari ayam kate, ikan nirwana, sampai anthurium. Yang penting bisa nambah penghasilan.”
Olahraga
“Sekarang tinggal jogging saja. Sebab setelah stroke saya sudah tidak lagi kuat melakukan membawa-bawa stik golf.”
Sarengat lahir di Banyumas, Jawa Tengah pada 28 Oktiber 1940. Dia meninggal 13 Oktiber 2014. bapak tiga anak itu sudah menderita stroke sejak 2010. Saat masuk rumah sakit Pondok Indah di bulan Oktober itu, Sarengat menghembuskan nafas terakhirnya.
Muhammad Sarengat
Lahir: Banyumas, 28 Oktober 1940
Isteri: Nani Supatmiani Titi Utari, 62 tahun
Anak:
- Retnosari Meidysina Setyorini, 39 th
- Dwi Ratnasari Setyoutsmi, 35 th
- Muhammad Landung Setyoutomo Suryoputro, 30 th
Pendidikan
- SDN 1 Batang
- SMPN 1 Pekalongan
- SMA Budi Utomo, Jakarta
- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- Magister Universitas Ora et Labora
Baca Juga: Bisikan Presiden Soekarno yang Memacu Mohammad Sarengat Jadi Manusia Tercepat Asia
- 2 emas, 1 perunggu Asian Games IV/1982 Jakarta
- 1 emas Ganefo 1963
Penghargaan
- 1967 Satya Lencana Kebudayaan
- Termasuk 100 atlet legendaris indonesia versi KONI
Karir
- Dokter pribadi wakil presiden Sultan Hamengkubuwono IX (1973-1978)
- Dokter pribadi wakil presiden Adam Malik
- Ketua Bidang pembinaan PB PASI
- Sekjen KONI Pusat
- Direktur Operasi Badan Pengelola Gelora Bung Karno
Baca Juga: 'Namaku Sarengat', Autobiografi Manusia Tercepat Asia yang Cuma Tersimpan dalam Almari
Favorit Sarengat:
Makanan
“Bapak tidak rewel soal makan. Tempe goreng dan sayur lodeh adalah makanan kesukaannya.”
Musik
“Saya tidak begitu suka musik jazz, tetapi kalau liriknya melankolis saya akan bisa menyukainya. Jangan salah saya sangatmenyukai Nidji dan Ungu yang sedang tren sekarang.”
Peliharaan
“Berganti-ganti, dari ayam kate, ikan nirwana, sampai anthurium. Yang penting bisa nambah penghasilan.”
Olahraga
“Sekarang tinggal jogging saja. Sebab setelah stroke saya sudah tidak lagi kuat melakukan membawa-bawa stik golf.”










